Sekilas Tentang Denza
- Denza awalnya adalah joint venture antara BYD dan Mercedes-Benz untuk mengembangkan mobil listrik premium di Tiongkok. Wikipedia+1
- Namun kini, Denza sepenuhnya dimiliki oleh BYD dan diposisikan sebagai merek premium di atas lini utama BYD, namun di bawah ultra-mewah Yangwang. Reuters+2Wikipedia+2
- Denza diluncurkan ke pasar Eropa pada 2025, dengan model andalan pertamanya Z9 GT. Reuters+2Autocar+2
Model Utama & Kinerja
Denza D9 (Minivan / MPV)
Kelebihan:
- Denza D9 menawarkan kenyamanan khas mobil premium: suara luar sangat teredam, minim kebisingan angin atau ban — “as quiet as an MPV can get.” Cars of Malaysia
- Interior dan paket penawaran terasa “value for money” untuk segmen MPV premium. Cars of Malaysia
- Suspensi yang disesuaikan dan desainnya membuat berkendara cukup stabil untuk ukuran besar. CarExpert+1
- Perangkat keselamatan & fitur ADAS (advanced driver-assist) sudah lumayan lengkap, dengan sensor, kamera 360°, radar, sistem bantuan mengemudi setingkat Level 2. CarExpert
Kekurangan / Catatan:
- Suspensi belum sepenuhnya optimal di semua kondisi jalan — terasa “bopping and heaving” di jalan yang tidak rata. Cars of Malaysia
- Kapasitas bagasi dan fleksibilitas ruang belakang agak terbatas dibanding kompetitor (misalnya kursi baris ketiga tidak bisa dilipat rata ke lantai). CarExpert
- Sistem pengisian daya dan infrastruktur pengisian publik bisa menjadi kendala ketika melakukan perjalanan jauh — contohnya ketika pengisi daya mati atau tidak tersedia sebagaimana direncanakan. Cars of Malaysia
Impresi Umum:
Denza D9 belum “membunuh” dominasi MPV premium Jepang (misalnya Toyota Alphard), tetapi sebagai opsi dalam segmen ini, D9 tampil menjanjikan terutama dari sisi nilai, kualitas kenyamanan, dan paket fitur. Cars of Malaysia+1
Denza Z9 GT (Sedan / Shooting Brake Premium)
Kelebihan / Kinerja:
- Z9 GT memakai platform e3 milik BYD, dengan struktur “cell-to-body” yang diklaim membuat sasis ~32 % lebih kaku. CAR Magazine+1
- Varian BEV (listrik penuh) memakai tiga motor (one depan + dua belakang) dengan output total sekitar 952 bhp (versi Cina) — sangat agresif untuk kategori sedan premium. CAR Magazine+1
- Akselerasi sangat cepat: 0-100 km/jam dalam sekitar 3,4 detik untuk versi listrik. CAR Magazine+1
- Menjanjikan kenyamanan: meski memakai roda 20 inci, sistem suspensi udara (air suspension) bisa meredam guncangan dengan baik menurut uji permukaan jalan kasar. Autocar
- Interior terasa tenang dan halus—suara mesin / perpindahan daya di varian hibrid pun terasa halus ketika menyatu dengan sistem listrik. Autocar
- Fitur unik seperti rear-wheel steering (kemudi roda belakang) memungkinkan manuver “crab walk” dan manuver khusus lainnya, serta teknologi “Vehicle Intelligent Control” untuk kontrol torsi roda per roda. Autocar+1
Kekurangan / Catatan:
- Pengereman kurang responsif — pedal terasa “kurang linear” atau agak terlambat menanggapi di tahap awal. CAR Magazine+1
- Steering / kemudi terasa ringan dan akurat, namun kombinasi rear steering terkadang terasa “artificial” atau kurang natural bagi pengemudi yang terbiasa feel “mekanik” lebih langsung. CAR Magazine+1
- Pada varian hybrid, sistem transisi antara mode listrik dan pembakaran internal kadang terasa sedikit ragu atau tertahan ketika akselerasi tinggi. CAR Magazine+1
- Karena pengujian yang dilakukan pada unit spesifikasi Tiongkok, versi yang akan dijual di pasar Eropa atau lainnya diperkirakan akan mengalami tuning ulang—termasuk setelan suspensi, rem, dan karakter pengendalian. Autocar+1
Impresi Umum:
Z9 GT berhasil menunjukkan bahwa Denza tidak sekadar mengikuti tren EV premium, tapi mencoba menempatkan dirinya sebagai pesaing nyata untuk Porsche, Audi, dan Mercedes. Fitur-fitur canggih dan performa gahar menjadi daya tarik besar. Namun, untuk benar-benar menyaingi merek-merek Eropa tersebut, Denza masih harus menyempurnakan kelemahan seperti pengereman dan tuning rasa berkendara agar lebih “sensitif” terhadap tuntutan pasar barat. Autocar+1
Denza B5 (SUV Off-road / Hybrid Plug-in)
- Review awal menyebutkan B5 memiliki “stupendous speed” dan kemampuan off-road yang meningkat dibanding model SUV/hibrid lain. Chasing Cars
- Mobil ini menggunakan rangka tangga (ladder frame) dan suspensi coil (sebagai basis kasar), serta sistem plug-in hybrid DMO (Drive-Mode-Oriented) yang memungkinkan kombinasi antara motor listrik dan mesin bensin. Chasing Cars
- Fitur menarik termasuk diferensial elektronik terkunci (front & rear), mode “low-range” simulasi, dan mode “locking center diff.” Chasing Cars
- Kekurangan yang diangkat: mobil belum menawarkan opsi tujuh kursi, ada bobot body roll yang terasa, dan kontrol kemudi terasa ringan di beberapa kondisi. Chasing Cars
Kelebihan Umum & Daya Saing Denza
- Teknologi & inovasi
Denza sering menjadi pionir dalam menerapkan fitur-fitur baru untuk BYD Grup — seperti sistem chassis kaku, kemudi roda belakang, “crab walk,” dan kontrol torsi per roda. Cars of Malaysia+3Reuters+3CAR Magazine+3 - Nilai menawarkan fitur mewah / performa tinggi pada harga kompetitif
Karena latar belakang BYD yang memiliki kekuatan dalam produksi baterai dan skala manufaktur, Denza dapat menawarkan banyak fitur mewah tanpa mark-up harga sangat tinggi dibanding rival Eropa. Reuters+2Autocar+2 - Ekspansi pasar global
Denza diharapkan menjadi kendaraan “face of premium BYD” di Eropa dan pasar internasional lain. Pabrik perakitan Eropa (Hungaria) akan mulai 2025 untuk meningkatkan supply dan mengurangi beban pajak impor. Reuters - Platform terpadu & sinergi dalam grup BYD
Memanfaatkan platform e3 dan teknologi baterai “blade” BYD adalah keunggulan internal yang sulit disaingi oleh pesaing independen tanpa skala besar. Autocar+2Reuters+2
Tantangan & Risikonya
- Rasa berkendara yang disukai di Eropa dan Amerika cenderung berbeda dari Tiongkok — tuning suspensi dan karakter kemudi harus disesuaikan agar cocok dengan norma “driver engagement” di pasar barat.
- Infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi hambatan operasional mobil listrik / plug-in, terutama di luar kota besar.
- Persepsi merek masih harus dibangun: konsumen premium cenderung mempercayai merek mapan Eropa, dan Denza harus menghadapi “stigma” mobil Tiongkok (meskipun kualitas telah meningkat pesat).
- Regulasi, standar emisi, keamanan dan homologasi di pasar global sangat ketat — model yang dijual di pasar Tiongkok mungkin memerlukan adaptasi besar agar lolos regulasi internasional.
- Biaya after-sales, suku cadang, dan layanan servis di pasar luar Tiongkok akan menjadi tantangan awal penting.
Kesimpulan & Rekomendasi
Denza mewakili langkah ambisius BYD dalam merangsek ke segmen mobil premium global. Model seperti Z9 GT menunjukkan bahwa mereka mampu menghadirkan performa tinggi, teknologi inovatif, dan fitur unik yang jarang ditemui di pesaing. Model D9 dan B5 juga memperluas pilihan bagi konsumen yang mencari kenyamanan (MPV) maupun gaya hidup (SUV hibrid/off-road).
Namun, potensi besar itu harus dibarengi perbaikan dan adaptasi — terutama agar karakter berkendara terasa “alami”, sistem pengereman lebih responsif, serta integrasi jaringan layanan & infrastruktur yang memadai. Jika Denza bisa menyelaraskan kualitas teknis dengan ekspektasi konsumen global, maka merek ini punya peluang menjadi nama kuat di pasar mobil listrik premium dalam waktu mendatang.